Info Sekolah
Kamis, 05 Feb 2026
  • Selamat Datang ! di Website Resmi SMK Negeri 1 Robatal Kabupaten Sampang Mendidik Sepenuh Hati
  • Selamat Datang ! di Website Resmi SMK Negeri 1 Robatal Kabupaten Sampang Mendidik Sepenuh Hati
17 Januari 2026

Perjalanan yang Tidak Masuk SKP, tapi Masuk ke Hati

Sab, 17 Januari 2026 Dibaca 82x

Tidak semua perjalanan perlu surat tugas. Tidak semua kebersamaan harus masuk laporan kinerja. Ada perjalanan yang tidak tercatat di SKP, tidak memengaruhi angka kredit, tidak menambah tunjangan. Anehnya, justru perjalanan semacam itulah yang paling lama tinggal di hati.

Rutinitas kerja sering kali membuat kita lupa bahwa hidup tidak hanya tentang target dan tenggat. Setiap pagi berangkat dengan niat bekerja profesional, setiap sore pulang membawa lelah yang profesional pula. Lama-lama, lelah itu menumpuk. Bukan di otot, tetapi di kepala. Di sinilah berhenti sejenak menjadi kebutuhan, bukan kemewahan.

Perjalanan bersama rekan kerja dan keluarga adalah jeda yang sehat. Bukan kabur dari tanggung jawab, melainkan memberi ruang bernapas pada pikiran. Dalam perjalanan, sekat jabatan perlahan luruh. Atasan, staf, guru, pegawai—semuanya sama-sama manusia yang bisa tertawa karena hal remeh dan senang karena kebersamaan sederhana.

Di kantor, kita mengenal rekan kerja lewat rapat. Di perjalanan, kita mengenalnya lewat cerita. Cerita anaknya, pasangannya, hobi kecil yang tak pernah muncul di forum resmi. Hubungan yang sebelumnya formal menjadi lebih hangat. Yang biasanya tegang saat berdiskusi, kini duduk berdampingan tanpa agenda.

Kehadiran keluarga memberi makna lebih. Mereka bukan sekadar penonton di balik kesibukan kerja, melainkan bagian dari ekosistemnya. Anak-anak melihat dunia kerja orang tuanya dengan wajah yang lebih ramah. Pasangan merasa dihargai karena dilibatkan. Di situ, pekerjaan tidak lagi terasa egois.

Kegiatan bersama—makan sederhana, permainan ringan, atau sekadar berjalan santai—menjadi perekat yang kuat. Tidak perlu destinasi jauh atau anggaran besar. Yang dibutuhkan hanyalah niat untuk hadir sepenuhnya. Ponsel boleh tetap di saku, tapi jangan sampai mencuri momen.

Yang menarik, setelah perjalanan usai, suasana kerja sering kali berubah. Komunikasi lebih cair, empati tumbuh, dan kerja sama terasa lebih manusiawi. Produktivitas meningkat bukan karena tekanan, melainkan karena rasa saling percaya.

Maka wajar jika perjalanan ini tidak masuk SKP. Karena yang diukur bukan kinerja, melainkan kebersamaan. Bukan angka, melainkan rasa. Dan justru karena itulah, perjalanan ini layak direncanakan.

Sebab kadang, untuk bekerja lebih baik, kita memang perlu pergi sejenak. Bukan jauh. Cukup bersama.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar