Info Sekolah
Senin, 16 Feb 2026
  • Selamat Datang ! di Website Resmi SMK Negeri 1 Robatal Kabupaten Sampang Mendidik Sepenuh Hati
  • Selamat Datang ! di Website Resmi SMK Negeri 1 Robatal Kabupaten Sampang Mendidik Sepenuh Hati
14 Februari 2026

Dari Robatal ke Grand City : Menjemput Motivasi di Expo dan Expose SMK Jatim 2026

Sab, 14 Februari 2026 Dibaca 47x

Smeknero – Berkilau. Surabaya. Langkah mereka ringan. Tapi wajah-wajah itu serius. Empat belas pasang mata menyusuri lorong-lorong cahaya di Grand City Convention Hall Surabaya. Mereka datang bukan sebagai peserta. Mereka datang sebagai pembelajar.

Empat belas siswa dari SMKN 1 Robatal berangkat ke Expo dan Expose SMK Jatim 2026 dengan satu bekal utama: rasa ingin tahu. Mereka berasal dari empat jurusan yang berbeda—TKR, DPIB, RPL, dan AKL. Mesin, gambar bangunan, kode program, hingga akuntansi. Beragam arah, satu tujuan.

Di antara mereka, berdiri kepala sekolah, Ahmad Fauzi. Tidak menjaga jarak. Tidak berdiri di belakang. Ia berjalan bersama murid-muridnya. Sesekali berhenti, menunjuk sebuah karya. Kadang bertanya, lebih sering mendengar.

“Lihatlah sejauh mungkin,” begitu kira-kira pesan yang ingin ia tanamkan. Bahwa SMK bukan hanya ruang kelas. Bahwa belajar tidak selalu datang dari guru sendiri. Bahwa inspirasi kadang muncul dari karya sekolah lain.

Walaupun SMKN 1 Robatal bukan peserta expo tahun ini, rombongan kecil itu justru tampak leluasa menikmati setiap sudut pameran. Mereka berbaur dengan pengunjung lain. Tidak ada sekat. Tidak ada label. Hanya siswa yang penasaran pada masa depan.

Di satu stan, siswa TKR terpaku pada teknologi otomotif terbaru. Di sudut lain, murid RPL larut dalam diskusi kecil tentang aplikasi digital. Siswa DPIB memperhatikan detail maket bangunan. Sementara murid AKL tertarik pada inovasi produk kreatif dan manajemen usaha.

Expo ini seperti jendela besar. Membuka pandangan tentang betapa luasnya dunia vokasi. Tentang bagaimana sekolah-sekolah lain bergerak, berinovasi, berani mencoba.

Ahmad Fauzi menyebut kunjungan ini bukan sekadar agenda jalan-jalan edukatif. Ia melihatnya sebagai investasi motivasi. “Anak-anak perlu melihat langsung perkembangan teknologi dan kreativitas di dunia SMK,” ungkapnya. Ada nada harap di sana. Harap agar murid-muridnya pulang membawa sesuatu yang tak terlihat, tapi terasa: dorongan untuk berkembang.

Di sampingnya, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Pramono Andri Suswanto, memandang kegiatan ini dari sudut yang lebih akademik. Baginya, expo adalah ruang belajar alternatif. “Ini menambah wawasan murid tentang perkembangan kompetensi siswa SMK,” katanya.

Sebagian dari siswa yang ikut kunjungan itu adalah pengurus OSIS. Mereka tampak paling menikmati suasana. Bukan hanya melihat karya, tetapi juga berinteraksi, berdialog, bahkan berburu pengalaman kecil yang menyenangkan.

Ada yang tersenyum lebar saat menerima souvenir dari panitia. Ada yang bercanda soal keberuntungan. Hal-hal sederhana, tetapi cukup membuat langkah mereka terasa lebih ringan.

Kunjungan itu mungkin singkat. Hanya beberapa jam di tengah hiruk-pikuk expo. Tetapi bagi para siswa, ia bisa menjadi momen panjang dalam ingatan.

Karena kadang, motivasi tidak lahir dari ceramah.
Ia tumbuh saat seorang siswa berdiri di depan karya orang lain dan berkata dalam hati:
“Aku juga ingin bisa membuat sesuatu seperti itu.”

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar